Analisis Film The Pursuit Of Happyness

Haiii semuanya!!!!
Saya Siti Shafa Tasya Kamila ingin menganalisis film yg berjudul “The Pursuit Of Happyness”


The Pursuit of Happyness adalah film biografi drama Amerika Serikat tahun 2006
Film ini menceritakan perjuangan ayah yang mencintai dan harus membesarkan anaknya yang masih kecil dalam kondisi tidak punya uang, rumah, dan pekerjaan.
Gimana sih kelanjutan nya??
Yuk kita bahasss

Chris Gardner adalah seorang ayah yang rajin, pintar, semangat kerja tinggi dan punya impian yang besar untuk keluarga. Dengan latar belakang seorang sales dan penjual, dia memberanikan diri untuk mengambil sebuah tawaran untuk menjadi distributor sebuah alat kedokteran yang baru dan canggih.

Dengan rasa percaya diri dan cinta serta kepercayaan dari anak-anaknya, Chris Gardner mengatasi rintangannya untuk menjadi legenda Wall Street. Keyakinan akan hidup mandiri pada diri Chris dibentuk sejak masih anak-anak, dimana Chris tumbuh tanpa ayah, dan dia mengatakan bahwa dia tidak bisa melihat ayahnya sampai dia berusia 28 tahun. Ini membuatnya bertekad untuk menjadi ayah terbaik bagi anaknya.

Chris berani mengambil resiko dan menggunakan hampir seluruh tabungannya untuk membeli stok persediaan alat kedokteran

Kehadiran seorang anak dan biaya hidup yang terus berjalan membuat si Chris mulai kesulitan dalam keuangan. Istrinya harus bekerja 14 jam sehari di tempat laundry demi membantu membiayai biaya hidup keluarga. Anaknya dititipkan di sebuah tempat penitipan anak yang murah dari pagi dan sorenya

Setelah melalui 6 bulan perjuangan dan semua kesulitan yang harus dihadapi, Chris akhir terpilih untuk menjadi pialang saham dan memulai karirnya di industri itu.

Chris Gardner akhirnya menjadi seorang yang sukses, yang kemudian mendirikan perusahaan pialang sendiri dan menjadi Multi Milyarder yang dermawan dalam membantu menyediakan tempat penampungan bagi para tuna wisma, mengingat dia pernah mengalami hal tersebut.

Chris Gardner adalah seorang ayah dan suami yang hebat, ia tidak mengenal pantang menyerah, dari film ini kita banyak mendapatkan hikmah, kita harus tetap berusaha sampai kita sukses!!

Inilah hasil Analisis dari Shafa
Shafa minta maaf jika ada salah kata, wassalamu’alaikum

Nama: Siti Shafa Tasya Kamila
Kelas: X.1 IT
Mapel: Sosiologi
Guru Mapel: Syahrani Effendi S.Sos

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai